4 Pemegang Peran penting English Area di Kampung Inggris

Tiba dimana aku sudah lepas untuk bercakap dengan teman-teman di camp hampir semua aku sudah kenal dan berbagi cerita dan masa lalu itu semakin memperkuat pergolakan niat untuk coba bertahan mempelajari bahasa asing dan tempat ini bukan hanya bahasa asing yang dipelajari banyak pengetahuan baru dari berbagai bentuk, tempat maupun suasana. Itulah Kampung Inggris, lebih layaknya lagi Kampung Hidup.

Hari pertama pun tiba, memulai masuk kelas baru disalah satu tempat kursusan di Kampung Inggris meskipun hanya mengambil jangka waktu selama 2 minggu setidaknya saya menjalani atau mencoba hal baru ini dan prinsip. Setiap yang saya lakukan mesti haruslah di nikmati. Sehabis masa kelas di tempat kursusan itu selama 2 minggu aku mencoba mengulang kembali materi yang belum sempat kupahami di Camp dengan berdiskusi dengan teman-teman mencoba memaksakan diri untuk faham tentang ilmu itu.

Aku mencoba melanjutkan kursusanku ditempat yang berbeda tempat kursusan yang kedua ini bernama Phinisi Course mencoba mengadaptasikan diri kembali dengan suasana baru meskipun hampir sebagian dari orang ditempat kursusan itu asalnya dari sulawesi dan pemimpin dari kursusan itu ialah salah satu Dewan penasehat organisasi dari sulawesi (ASSET) , pula tapi tetap mereka asing menurutku karena aku adalah pendatang baru dan waktupun berputar selalu saja kebiasaan klasikku bermain yaitu mencoba mengakrabkan diri kepada mereka agar aku bisa lebih lepas melampiaskan ketidaktahuanku dan melunturkan sifat pemaluku dalam diri, kebiasaan klasik itulah yang membantuku bisa banyak mengenal orang-orang dikampung inggris ini.

Selepas dari kursusan itu dan materinyapun habis untuk dibahas meskipun memoriku tidak mampu untuk mengkonsumsi secara keseluruhan itu menjadi PR ku untuk lebih belajar lagi, dan akupun mendaftar ketempat kursusan selanjutnya menurut informasi yang aku dapat kalau tempat kursusan ini adalah gambaran kehidupan manusia yang dimana memenuhi makna filosofis yang aku tangkap ialah jangan menilai sesuatu secepat kilat dan menjustis sesuatu itu dari sampul depannya tapi cobalah untuk masuk ambil bagian didalamya agar substansi dan esensinya bisa diketahui itulah gambaran tampat kursusan itu yang aku dapat dan ternyata setelah aku gabung dalam mengikuti proses belajarnya itu sangat kurasakan dari berbagai aspek banyak gambaran yang bisa aku pelajari yang sangat bermanfaat untuk kehidupan, dari berbagai tempat kursusan yang sudah aku jalani yang bisa aku ceritakan hanya sebagian karena aku berfikir setiap tempat itu memiliki makna yang besar tergantung kita bagaimana menjalaninya dengan santai tapi produktif.

Lepas dari kursusan itu perjalanan semakin jauh dan lagi-lagi tetap menikmati semua itu semakin hari semakin bertambah teman dan pengetahuan dan pada akhirnya aku dipertemukan oleh salah satu tempat perkumpulan orang-orang gimbal yang biasa disebut orang-orang yang penikmat lagu-lagu regge, ternyata pemikiranku tidak salah keakrabanku cepat terbangun dengan mereka karena mereka adalah bagian dari orang-orang yang hampir sepemikiran dengan aku, menikmati hidup dengan santai tapi tidak pernah lupa bangsa dan negara yang aku biasa sebut itu STAGE santai tapi gerak. Ditempat itulah juga salah satu tempat yang semakin membuat hatiku tetap untuk bertahan dikampung ini.

Ada hari dimana suka duka di Camp itu kurasa, disaat hari-hari berjalan rasa bahagia itu mengalir seperti air dan adapula dimana ada waktu duka itu terjadi disaat salah satu seseorang ingin meninggalkan suasana yang penuh kebersamaan, aku yakin rasa didalam dirinya itu kontradiksi antara meninggalkan dan tetap tinggal, karena setiap yang berada diCamp memiliki maksud dan tujuannya kenapa berada dikampung ini.

Malam itu semua dikumpulkan untuk memberikan ucapan perpisahan berupa pesan dan kesan untuk orang yang sudah bersiap mengaplikasikan pengetahuannya yang sudah dia dapat selama berada dikampung inggris ini, isak tangis yang tertahan seakan tak rela untuk ditinggalkan oleh saudara baru tapi apa mau dikata masing-masing orang punya jalannya untuk mencapai tujuannya, kita hanya mampu mendoakan semoga dipertemukan dalam suasana yang bahagia. analoginya meskipun kita mendaki dari gunung yang berbeda dan melewati rintangan yang berat untuk mencapai puncak setidaknya kita sudah melewati semua itu dan sama-sama mencapai puncak.

Tiba saatnya dikala seseorang yang bertanggung jawab penuh terhadap Campku pun ingin meninggalkan kampung inggris ini dan melanjutkan belajarnya yang sempat tertunda disebabkan karena keinginannya untuk belajar dikampung inggris ini. Dan disaat itu pula semua teman-teman berkumpul dalam suasana yang berbeda dari malam sebelumnya, karena malam sebelumnya itu kita dikumpulkan jika jam belajar bersama dimulai dari kordinator program yang di tunjuk oleh ketua Camp dan itu berlansung terus menerus programnya dari belajar subuh dan habis magrib itulah program yang kujalani selama diCamp dari hari senin sampai hari jumat dan hari sabtu sampai minggu aktifitas Camp itu tetap berjalan diluar dari program belajar subuh dan magrib setidaknya kami menikmati semua itu karena yang menjadi prinsip dasar kebersamaan kita dicamp ialah kebersamaan adalah nafas kita jika di artikan dalam bahasa inggris TOGETHERNESS IS OUR BREATH.

Adapun koordinator Pendidikan di camp ini disebut dengan beberapa Istilah
1. ENGLISH AREA: menjaga setiap pelajar tetap menggunakan bahasa Inggris dalam berbicara keseharian. Sungguh nikmat karena semua terkontrol sangat rapi. Bila pelajar ketahuan berbahasa selain bahasa Inggris disetiap 1 Jeda akan mendapatkan hukuman Rp. 500. Dan akan di total setiap malam Sabtu, kita kenal dengan mala pengampunan dosa (seluruh denda-denda) dikumpulkan selanjutnya akan dibelanjakan untuk keperluan dapur serta keperluan kebersihan.

2. SERVICEMAN: adalah koordinator pengatur segala jadwal belajar mengajar. Bagi pelajar telah melewati lebih dari 2 bulan maka akan dipersiapkan untuk mengajar di jadwal study club atau belajar bersama dengan camp lain karena 5 camp Asset 2 diantaranya asrama perempuan maka diperlukan taktik jitu bagaimana semua camp bisa mengakrabkan diri, serviseman kami selalu menunggu rancangannya..

3. AVATAR: sapaan akrab pengendali air (galon), api (gas) Saat air galon habis serta merta member lainnya akan berteriak menuntut pelayanan. Bukanya tanpa diplomasi tapi setiap malam Sabtu saat semua dikumpulkan, penunjukan masing-masing koordinator dengan cara sebaik dan sebijaksana mungkin.

4. Library: Yang menjaga buku-buku di rak menamakannya dalam bahasa asing. inilah kordinator-kordinator yang membantu jalannya kehidupan diCamp yang sangat berjasa untuk Camp sembari membantu Ketua untuk menjalankan roda kehidupan di Camp. Dan sekilas cerita tentang rekan kerja berbagai Koordiator camp diatas.

Pastinya akan menyisakan beribu tanda tanya akan gambaran Kampung Inggris, oleh karena sistem kebersamaan menjadikan pemilik hati merasa tiada pernah rasa bosan itu menjangkiti hati. Penasaran pastinya dengan Kampung Inggris..

Sampai bertemu di Pare, Phinisi Course Kampung Inggris.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *